Hambar


hambar,puisi hambar

Hambar
lawak itu menggangguku
aku bingkas dalam
langkah malas

di hadapan cermin
refleksi diri terpapar di kaca
aku melihat aku
senyum monyok itik
buat buat muka



selak sana buka sini
janggut tergantung
misai merumpun
"...sip sip"
tebas tebas
kasi kemas

kuselak 'tiak
masyam dan membingungkan
aku tertanya-tanya
minda menggerutu
oh kenapa?
ketiak berbulu

Kuhirup dalam dalam bau segar itu
terpacak dalam mindaku

"Jadilah seperti bulu ketiak,
walaupun tersepit di celah celah tetap
tumbuh lebat."

Oh itu
aku kembali kepada sadarku.

AK KELANA

19 Januari 2015
Putrajaya

Catat Ulasan