Pesan Alam

sajak,puisi,kelana,kelana cinta

Dulu
aku selalu merindukan
tarian angin dingin memesra
menyapa ke wajah beku
oleh suasana yang mendamaikan
tatkala fajar pagi
menghulurkan cahaya
yang ramah.
Aku teruja melihatmu
masih lena
diselimuti kabus tebal-putih
berdengkur dalam dakapan alam
seakan anak kecil
ia senyap
membiarkan tangan-tangan
menabur budi.
Ia tahu,
di wajahnya ada petani tua
membanting tulang
empat kerat tenaga
penuh berharap
menyara keluarga
disisi lain
ada usahawan jaya
yang tamakkan wang
hingga lupakan alam
dan peringatan Tuhan.
Alam
tidak mampu bangkit
untuk berpesan
tapi Tuhan
mengirimkan musibah
sebagai sebab amarah.
AK Kelana
Putera Jaya,Setiu

Catat Ulasan