Diperantauan

perantau,kelana cinta,sajak,cinta,kelana,aidilfitri

Kuranduk alam subuh
keheningan fajar pagi
bahang takbir merasuk
rasa sebak mencengkam

Daku rindu akan
hari-hari terakhir Ramadhan
suasana desa nan permai
hilai tawa anak kecil berpeleseran
takbir raya di corong masjid
rasa lemang dan nasi dagang

Telah hilang keindahan itu
dalam deras arus kota
sungai manusia yang sibuk
bermacam hala dan ragam tari

Bonda…
berbatu jarak ini terpisah
kurapatkan sedulang khilaf
kususun sepuluh jari
merafak ampun dan maaf
dari merah tapak kaki
dari kecil ibu jari

Di perantauan ini dalam sebak dan hiba
kuratah keampunan
kuteguk kemaafan
darimu bonda

membasuh dosa lalu.

Catat Ulasan