Lima Dua Sembilan


Retak, hancur bunga harapan
layu di riba bumi Mesir.

Usungi pedang al-haq
gerak mulutnya Quran
butir laku dari sunnah
dikumpulkan quwwah
mengutip butir hurriyyah.

Dituduh penderhaka
pemamah nusa bangsa
kalian sebenarnya juara
hampir ke garis akhir.

Tiba di ruang persandingan
dibibir timbul senyuman
kalian butir-butir mutiara
bercahaya, silau mengasyikkan
dihujung asa pun
masih bersinar.

Dunia menyaksikan
pasir tandus hampa keringnya dibasahkan
darah suci para syuhada
lima dua sembilan
Ikhwanul Muslimin
pahat di album dunia.

Catat Ulasan