Kandang



ini kancah pertelagahan suara2 kalian
aku tahu dan aku jua erti
kalian gembira
dengan bicara lantang bertongkah sifat
bertikam lidah sesama dalam kacau suasana
kononnya menyandang kata adil
sedangkan kalian semua sama saja

kamu! enak sungguh lunak suaramu
tapi bibir sekadar mengungkapkan
dan janji ditinggal sepi bungkam
tiadapun kata adil terpancar kudengar?
hei! aku punya telinga!

kamu! apa yang kau telan?
apa sekelumit beras dari kita
yang memberi suap kalian
sedang kalian tidakpun berlapar
padahal kita pun ajalnya sudah dipuncak

kamu! enak kita mengisi perut boroi kalian sana
sedarkah? apakah semua itu kata adil?
sekadar bertelagah
kau bilang aku salah!
sedang butir katamu dusta!
gila!

teruslah kalian!
teruskan menumpang di kandang ini!
aku tidak ingin lagi mendengari!

apa benar kata adil?
dari bibir dusta?
kapan bila lagi aku mau berbicara seperti ini?
setelah aku mati digenggam sendiri?

~Kelana

Catat Ulasan