Mimpi Semalam


bermimpikan semalam
hadir suatu rasa rindu
menjemput ke sebuah pertemuan
hati bertentangan mendendang
kasihmu membelai daku
dalam setiap bibit bicara
dalam ukir senyuman
ada hangat dalam kemesraan
indahnya menusuk lembut
aduhai...
cintamu bagai bulan
menyinar seisi malam
namun pabila siang
sirna dilewat awan

~Kelana

Life Is


[._. ]?

[-.- ]

need more sleep need more rest
this life is joy and cheers
if the love remain near
stand up and take a deep breathe
close your eyes then let me hold you tight
near my love in my heart
in this world only you be the light
come on come to me
in the word 'life' is you beside me
together we build our miracle night
beyond the greater sight

life is...
too many branches
to step on.

Bungkam


Bungkam itu sesungguhnya
suatu kesengsaraan dalam jiwa
sesat tanpa riang dan gembira
lepaslah ia disisi cerita
disini... alam bawah jaga
lalu mengorak membuka luka
dan menjadi pedih nan siksa

Aduhai... sekali mengeluh
rindu pun tercantas
...
aduhai... tiadalah bahagia
tenggelam dipukul gelora
...
aduhai... aku hampa
habislah sudah cerita?
...
aduhai... bersaranglah kecewa
tubuhku rebah ke tanah

renyuk hati
lemah jiwa
bungkam noktahnya.

Kuluahkan


Aduhai rindu...
Alahai rindu...

Menjemputlah daku ke pangkuanmu
bersama nada bicara berirama syahdu
jiwa tak ingin lagi berantakan
hati kian kembung menahan.

Bagaimana lagi ingin kuluahkan?
dalam baris-baris ini saja...
...juga dalam lipatan ingatan
dan... selaut kerinduan

Lisanku bisu
ingin melakar
takkan terdengarkan
hilang tiada kesan

Aku ingin terus tenggelam
dan tenggelam...
...dan bungkam
menyembunyi suatu erti
yang bernama rindu...

Sunyi Kosong Rindu


Berbicaralah sunyi..
Kesunyian ini terlalu indah tuk diperkatakan
Sunyi ini tenang dan kosong namun indah
Kosong... bagaimana dengan kosong?
Kosong itu angka barangkali
atau aksara?
...tidak... kosong itu kelapangan yang meresapi
jiwa kalian... dan aku
bagaimana dengan rindu?
Rindu itu abstraknya cintaku
memenuhi kosong dan sunyi
pada satu dimensi.

Bacakan Nafasku


Sekeping lelah
awalnya kurasakan lemah
lainnya bagai hendak patah
bisa runtuh tubuh mengunyah
nafas kerisauan
bagai tiada nyawa
hanya mampu menghirup
sedikit angin ketenangan
untuk mengarang lirik penghidupan
bisakah kau bacakan nafasku
dalam lirik yang sendu
nafas bertitah syahdu
setiap hela memain lagu rindu
pada siapaku merindu?