Hanya Untukmu



Terlihat sejalur cahaya dari balik besi ini,
Cemburu...
Sedang aku hanya menelan titis-titis nyawa sendirian,
Tiada sinar,
Kegelapan,
Malam tidak pernah hendak siang,
Mentari tidak pernah bertandang,
Dan pabila badai melewati tepian.
Busa-busa kecewa tercipta,
Cuba mengutip cebisan rasa yang tercarik dilantai,
Tidaklah mampu tertunduk,
Malu aku rasa...
Kerana pasir ada laut menemani,
Aku pula hanya sendiri,
Pasrah menempuhi hari-hari...

Sesekali terburai jua ego sang teruna ini,
Menitislah airmata bersama tangisan langit tua,
Seakan mengalukan pedih kemari,
Padahal sudah cukup pedih dihati,
Menahan rasa tak terungkap,
Hanya kerana malu...
Kini hati kian ngilu...

Dalam hiba hati dirunduk kecewa,
Malam datang tak pulang,
Mentari masih tak sudi bertandang,
Kucari sehiris keberanian demi sebongkah cinta,
Yakin masih ada sinarnya,
Dinda...
Terimalah airmata ini yang jatuh hanya untukmu...

Catat Ulasan