Lumrah Insan



Bagiku,
Memang lumrahnya,
Dua makhluk beradu kasih,
Bercinta asmara,
Mahligai cinta dibina,
Jalinan erat dijana dek rasa,
Janji setia dijual dijaja,
Kata-kata berhias seindah warna,
Pandangan mata diselit cahaya,
Jiwa menyentuh jiwa,
Lirikan senyuman diukir manja,
Sudah lumrahnya insan .

Namun ,
Lain pula norma diriku,
Masih lagi tertinggal dalam kegelapan,
Bersembunyi dari lumrah seorang insan,
Yang seharusnya ada rasa,
Yang sepatutnya ada cinta,
Biarlah aku lari dari lumrah ini .

Memang ,
Aku punya hati,
Aku punya rasa,
Aku punya jiwa,
Tetapi aku sebenarnya takut,
Untuk menikmati rasa itu,
Dan aku,
Sekali-sekali tidak ingin menyentuhnya,
Kubimbang luka tercipta .

Biarlah aku,
Terus begini sampai suatu hari,
Jauh dari lumrah insani,
Meniti jauh ditebing titian norma,
Biarkan aku memencil diri,
Sepi ternyata dihati berbunga jua .

17/10/12
Maharanata~Kelana Cinta
(12.50 p.m.)

Catat Ulasan