Renggang



Mengapakah,
Akhir-akhir ini seringkali jasadku,
Terasa seperti dihempap perasaan yang terbeban,
Berat bagiku insan yang lemah menanggungya,
Siksa pula yang kurasa.

Apakah,
Telah wujud bibit-bibit renggang,
Antara jiwa dan jasad kita,
Yang dulunya terjalin erat,
Simpulan kasih yang megah,
Kuat kusangka tak mungkin terburai.

Dan kini,
Umpamanya akulah langit yang jauh keatas,
Kaulah bumi yang jauh kebawah,
Tidak mungkin kita bersua,
Hanya mata yang berbicara,
Dan kini jua,
Utaraku sudah lain,
Utaramu lain jua,
Kita sudah hilang haluan,
Atau hanya aku yang baru merasa,
Renggang antara kita.

Sedangkan dikau,
Menilai cinta dengan bersahaja,
Memandang enteng jalinan kita,
Seakan-akan kau sudah tahu,
Simpulan cinta kita tidak seutuh akar menjalar,
Apakah ini semua silapku?
Atau mungkin silapmu . . .

Kau,
Yang menjalin kasih,
Mengikat tali perjanjian,
Kin pula menempah satu perpisahan,
Dengan renggang,
Yang kau sendiri wujudkan.

7/10/12
Maharanata~Kelana Cinta
(10.55 p.m.)

Catat Ulasan